Home / Metropolitan

Jumat, 15 Desember 2023 - 21:48 WIB

Menjelang Natal  Merupakan Event Berbagi Kasih Terhadap  Sesama

Penyeraan bantuan alat – alat medis  secara simbolis oleh Adharta Ongkosaputra Ceo KRIS  kepada pimpinan RS.Santa Maria Cilacap

Desember,Liputan Nusantara( LN), PT Sinergia Beaute Indonesia  bekerjasama dengan Kill Covid-19 Relief International Services (KRIS)untuk  berbagi kasih bersama di Panti Asuhan Santo Yusup Sindanglaya, Cipanas, Jawa Barat. Sinergitas antara PT Sinergia Beaute Indonesia  dengan Kill Covid-19 Relief International Services ( KRIS) untuk berbagi kasih  terhadap sesama yang membutuhkan. CEO Sinergia Group Shierly Nangoy menjelaskan bahwa pihaknya mengucap syukur dengan melakukan berbagi kasih bersama di Panti Asuhan Santo Yusup.

Pater CN, VD, Laan OFM menyampaikan gagasannya

Sejarah singkat Panti Asuan Santo Yusup(PASY) di Sindanglaya,Cipanas.

Menurut penjelasan Mgr. N. Geise, OFM., sejak bulan Mei 1941 Keuskupan Bogor memperoleh hak penguasaan atas tanah kompleks Santo Yusuf di Sindanglaya dari pemiliknya yang lama, seorang Belanda pengusaha Hotel Sindanglaya. Sejak semula, pemilik hotel Sindanglaya telah membuka tempat perawatan anak-anak Indo-Eropa yang rentan kesehatannya untuk memperoleh pendidikannya di alam pegunungan yang sejuk terutama yang lebih sesuai iklimnya bagi mereka. Untuk melanjutkan karya tersebut dimulai dengan membangun asrama dan memperbaiki bangunan gedung sekolah yang telah mulai rapuh.

Film perang mungkin asyik ditonton, namun desingan peluru dan ledakan bom dalam kenyataan perang yang sesungguhnya di manapun dan kapanpun di muka bumi ini, tentu akan selalu menebar maut, menyebarkan kehancuran, mewariskan penderitaan, ke sengsaraan, dan kepapaan. Hal ini terjadi pada saat perang dunia kedua yang juga melanda Hindia Belanda dan berlanjut dengan perang Revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Peperangan itu telah melahirkan para yatim piatu, anak jalanan yang menggelandang menyandang kepapaan, menelusuri lorong derita, tertatih dalam kegelapan hidup, dan menggapai kelam masa depan.

Pemeriksaan dan pemberian Kaca mata kepada lansia dalam acara bakti sosial

Penderitaan dan kesengsaraan yang diakibatkan oleh perang telah menggerakkan kepekaan dan kepedulian kasih Para Dina OFM untuk menuntun kembali kaum papa. Mereka akan dibimbing untuk menatap cahaya harapan di masa mendatang. Pater JR. Wahyo Sudibyo, OFM kemudian ditugaskan untuk membuka sekaligus memimpin asrama penampungan bagi kaum papa terlantar dan yatim piatu di Jalan Kramat Raya Nomor 49 Jakarta. Sementara itu Pater Albuinus Kohler, OFM mulai menjemput anak jalanan yang juga anak yatim piatu untuk ditampung dalam suatu rumah di samping Pasturan Cipanas. Pada tanggal 30 Desember 1947 mereka dipindahkan ke asrama di Sindanglaya yang menandai awal berdirinya “Panti Asuhan Santo Yusuf Sindanglaya”.

Baca Juga   “Membangun Martabat Kehidupan Merajut Institusi Pendidikan dan Gereja yang Inklusif pada Anak Berkebutuhan Khusus

Kegiatan bakti sosial di panti Asuhan

Selain menyediakan tempat bernaung bagi anak jalanan yang dijaring dari emper toko di sekitar Jakarta, Panti Asuhan Santo Yusuf selanjutnya juga menerima anak asuh dari Asrama Susteran Bogor, Rumah Sakit Misi Lebak, Asrama Bruder Caritas Purworejo, dan anak dari daerah pedalaman Sukabumi Selatan yang terancam kehidupannya. Panti Asuhan Santo Yusuf Sindanglaya dikukuhkan melalui Akte Notaris H.J.J. Lammers di Bandung dengan nomor 166 tertanggal 25 Oktober 1949.

Santo Yusuf Menuju Kemantapan : Pater CN. Vd. Laan OFM pernah menyampaikan gagasannya bahwa untuk membangun Panti Asuhan Santo Yusuf sebagai suatu “Monumen Kasih yang Hidup”, maka perlu pengabdian cinta dan menebar kasih secara nyata bagi segenap kaum papa dan anak bangsa yang terlantar tanpa pandang bulu. Gaya kotbahnya yang khas dan menarik serta tegur sapanya yang lembut telah menyentuh para dermawan untuk mengulurkan tangan kasih mereka untuk berperan serta mewujudkan gagasan “Monumen Kasih yang Hidup” tadi. Dana yang terhimpun dipergunakan untuk melengkapi sarana penunjang Panti Asuhan. Di samping sarana pendidikan SD Mardi Yuana serta Poliklinik Mardi Waluya yang telah ada, maka dibangun pula gedung SMP Mardi Yuana yang megah (selesai tahun 1980) untuk memindahkan SMP Mardi Yuana “Kandang Ayam” dari kompleks Pasturan Cipanas. Asrama putri yang telah dibangun pada tahun 1954 oleh Mgr. N. Geise, OFM diperluas dengan ruang belajar. Demikian pula asrama putra menengah juga dipugar dan diperluas.

Para penanggung jawab Panti Asuhan Santo Yusuf tentunya tidak bermaksud untuk memperpanjang barisan pengangguran. Mereka menyadari bahwa pendidikan dasar 9 tahun belumlah memadai untuk membekali anak asuhnya agar menjadi sumber daya manusia yang handal. Menanggapi masalah tersebut, Panti Asuhan Santo Yusuf Sindanglaya berupaya memberdayakan anak asuhnya melalui beberapa program, seperti:

Peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran

Peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran dilakukan melalui pelengkapan buku-buku perpustakaan sebagai sarana memperluas pengetahuan dan wawasan mereka. Dengan cara demikian, diharapkan anak asuh memiliki intelejensi serta prestasi yang tinggi sebagai bekal dasar untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang SLTA ataupun Kejuruan.

Dana Panti Asuhan Santo Yusuf yang setiap harinya harus dibelanjakan tidaklah sedikit. Biaya hidup dan biaya pendidikan anak asuh dirasakan sangat memberatkan. Dana tersebut bersumber dari sumbangan: Pemerintah c.q. Departemen Sosial,Yayasan Dharmais,Orangtua, wali anak titipan,Para dermawan, penyandang dana, donatur tetap maupun tidak tetap.

Baca Juga  Sofjan Wanandi  Saya Nggak Perlu Diskusi Lagi  Menangkan Nomor Tiga Ganjar Mahfud

Selama lebih dari lima puluh tahun karya pengabdiannya, Panti Asuhan Santo Yusuf Sindanglaya telah menabur benih kasih di sela ilalang derita yang pedih menyayat. Benih kasih yang tertanam pada kesadaran lubuk hati yang terbuka, telah tumbuh bersemi untuk membuahkan kepribadian yang teguh dan mandiri. Hal itu bukan hanya dirasakan oleh anak asuh, tetapi juga oleh para Pamongnya. Seorang sahabat alumnus menuturkan bahwa segala tempaan mental dan ketatnya pengaturan waktu selama dalam pembinaan Panti Asuhan Santo Yusuf telah menjadi tonggak yang sangat berarti dalam mengukir sejarah hidup keluarga masing-masing. Memasuki millenium ketiga, nampaknya Panti Asuhan Santo Yusuf akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Apalagi kalau ditambah dengan persoalan di masyarakat, seperti masalah sosial-politik, sosial-ekonomi, dan gerak perubahan sosial-budaya. Beban krisis ekonomi yang kini sedang melanda Bangsa Indonesia, telah semakin menindih masyarakat lapis, bawah serta memporak-porandakan kehidupan mereka. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) telah memperpanjang deretan pengangguran. Himpitan ekonomi telah mendesak anak-anak terlempar keluar dari bangku sekolah. Hal ini semakin menambah gemuruhnya anak jalanan yang menjerit nyaring untuk menjajakan kegetiran hidup mereka. Itu semua akan menjadi tantangan bagi kita semua, manusia-manusia yang masih mempunyai suara hati.

(Disunting dari: “Buku Kenangan Pesta Emas Panti Asuhan Santo Yusuf 1947-1997”, yang pernah dimuat dalam buku 50 Tahun Keuskupan Bogor, 1998)

Selanjutnya, Shierly yang juga Direktur PT Sinergia Beaute Indonesia ini menuturkan bahwa pihaknya bersama KRIS memilih Panti Asuhan Santo Yusup untuk berbagi kasih bersama karena anak-anak di panti asuhan ini perlu mendapat perhatian. “Anak-anak Panti Asuhan Santo Yusup tidak sendiri,” katanya. Sependapat  dengannya, Ketua Umum KRIS Adharta Ongkosaputra menyambut baik kegiatan kemanusiaan ini. Pada kesempatan yang sama, Adharta menyampaikan apresiasi terhadap PT Sinergia Beaute Indonesia yang memberikan perhatian untuk anak-anak di Panti Asuhan Santo Yusup.

Disisi lain Romo Martin Kowe, Kepala Panti Asuhan Santo Yusup berterimakasi kepadar PT Sinergia Beaute Indonesia yan memberikan perhatian kepada anak-anak panti asuhan, termasuk menyerahkan seperangkat alat salon untuk anak-anak Panti Asuhan Santo Yusup, khusunya untuk anak-anak perempuan. Menurut  pengamatan Gabriel Boby yang ikut dalam keiatan tersebut mengatakan bahwa , anak-anak Panti Asuhan Santo Yusup terlihat gembira dengan adanya games yang digelar rombongan PT Sinergia Beaute Indonesia dan KRIS.(Ring-o)

Share :

Baca Juga

Metropolitan

 “Membangun Martabat Kehidupan Merajut Institusi Pendidikan dan Gereja yang Inklusif pada Anak Berkebutuhan Khusus

Metropolitan

SEKOLAH SADAR SAMPAH

Metropolitan

Sultan Korban Kabel Menjuntai Mau Ucapkan Terima Kasih Langsung ke Kapolri

Metropolitan

Hari Peduli Sampan Nasional 2024

Metropolitan

Pengenalan Sosial Politik Untuk Remaja dan Pemuda

Metropolitan

Bekerja dengan pendekatan Holistik

Metropolitan

Komunitas Lansia Gereja  Servatius Ziarah  ke Taman Doa Our Lady Of Akita PIK 2  Jumat 26 Jqanuari 2024

Metropolitan

Persekutuan Doa Oikumene Adriella dan DWP Gelar Perayaan Natal dan Tahun Baru 2024

Contact Us