Jember ,Liputannusantara.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk pribadi warga binaan yang berakhlak mulia. Melalui program Pondok Pesantren (Ponpes) yang diselenggarakan di dalam Lapas, pada Minggu (31/08/2025), pembinaan kepribadian berbasis nilai-nilai keagamaan ini terus dilaksanakan secara konsisten.

Di bawah naungan Ponpes Hassal Hasan, para santri yang terdiri dari warga binaan khususnya beragama Islam mengikuti pembelajaran secara intensif mulai dari : Iqro, baca Al-Qur’an, Tajwid, hingga pendalaman Kitab Kuning yang meliputi Tauhid, Akhlaq, dan Fiqih. Selain itu, mereka juga dibiasakan melaksanakan shalat berjamaah setiap hari sebagai sarana membentuk kedisiplinan dan kebersamaan.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama Kabupaten Jember yang menugaskan para tenaga pengajar bersertifikat, serta menggandeng Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) sebagai mitra pembinaan. Kehadiran para asatid dari luar Lapas ini membawa suasana pesantren semakin terasa, sehingga warga binaan dapat belajar agama dengan benar dan lebih mendalam.
Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho, menegaskan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran besar dalam proses Pemasyarakatan.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri. Melalui pondok pesantren ini, kami membina dan membimbing mereka menjadi santri teladan yang siap kembali ke masyarakat dengan bekal ilmu agama serta memiliki akhlak yang mulia,” ujarnya.
Dengan diselenggarkannya program pembinaan kepribadian melalui jalur pesantren ini, diharapkan mampu memberikan bekal ilmu serta pengetahuan agama kepada para santri warga binaan agar mereka menjadi pribadi yang baik dan siap menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat.
Redaksi
.-🇮🇩❤️🇮🇩-.