JEMBER ,Liputannusantara.id-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan, pada Rabu (04/02/2026). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui koordinasi persiapan pelaksanaan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Muttaqin Jember.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho, bersama Ketua PKBM Al Muttaqin Jember, Mashudi, S.Ag., serta didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Hendri Astronino P., Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Bambang Heriyanto, serta Pengelola Program Paket A, B, dan C PKBM Al Muttaqin Jember, Cahyo Fathur Rohmat, S.Pd.
Dalam pertemuan tersebut dibahas secara komprehensif rencana pelaksanaan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak pidana, sebagai tindak lanjut perintah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam Program Aksi yang ke-11 (pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak pidana). Program pendidikan kesetaraan ini meliputi : Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.
Kalapas Jember, RM. Kristyo Nugroho, menjelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam proses pembinaan di dalam Lapas. “Pendidikan adalah hak dasar setiap warga binaan. Melalui program pendidikan kesetaraan ini, kami berharap mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Selain membahas mekanisme dan persyaratan pendataan peserta program pendidikan kesetaraan, pertemuan ini juga membahas rencana kerja sama yang akan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Jember dan PKBM Al Muttaqin Jember sebagai langkah awal pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Ketua PKBM Al Muttaqin Jember, Mashudi, S.Ag. menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pelaksanaan pendidikan kesetaraan di lingkungan Lapas. “Kami siap berkolaborasi dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi warga binaan. Semoga nantinya program ini dapat berjalan optimal, sehingga memberikan dampak positif bagi masa depan mereka,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, Kalapas bersama rombongan juga melakukan peninjauan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pendidikan kesetaraan, sekaligus melihat langsung pelaksanaan kegiatan bimbingan kerja yang telah berjalan di Lapas Jember sebagai wujud pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Lapas Jember akan segera melakukan pendataan kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi awal terwujudnya layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.














