Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Lapas Jember: Perkuat Pengaman, Razia Kamar Hunian Pemdes Ngepoh Gelar BimTek Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Desa Siaga Nataru 2025/2026: Kakorlantas Polri Bagi Pengamanan Jadi Empat Klaster Utama Sekaligus Skenario Antisipasi Cuaca Ekstrem  “Ekoteologi ; Mengamalkan Iman, Melestarikan Lingkungan” Kapolres Jauhari Datangi SMK Yuppentek 1, Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Gangster Remaja Pihak Bandara Sukarno Hatta Bersama Pol PP Kab.Tangerang Gelar Edukasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan

Uncategorized

Makanan Bergizi Gratis (MBG)Mengatasi Masalah Malnutrisi dan Stunting Serta Menjadi Stimulus Ekonomi Lokal Kota Tangerang

badge-check


					Makanan Bergizi Gratis (MBG)Mengatasi Masalah Malnutrisi dan Stunting Serta Menjadi Stimulus Ekonomi Lokal Kota Tangerang Perbesar

Kota Tangerang,Liputannusantara.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari komisi Natalie Marbun, S.E.,M.M mengatakan makanan bergizi gratis (MBG) terus dijalankan karena mampu sumber daya manusia (SDM) dan ketahanan gizi nasional. Terutama pelajar di Kota Tangerang.

Menurut dewan dari Partai Persatuan Solidaritas Indonesia (PSI) program makan bergizi menurutnya mengatasi masalah malnutrisi dan stunting pada anak-anak serta menjadi stimulus ekonomi lokal.Sehingga pelajar di Kota Tangerang bisa mendapat makanan yang bergizi.

” Saya dewan dari komisi 2 sangat menyambut baik program pemerintah ini, sata berharap program tersebut berjalan terus menerus,” ungkapnya, Selasa (11/11/2025).

Namun menurut Natalie Marbun meskipun dirinya menyambut baik menurutnya perlu dilakukan evaluasi terus menerus terhadap pelaksanaan programnya. Salah satunya untuk diperbaiki tata kelolanya, biar lebih baik lagi.

“Masalah Tata Kelola dan Keamanan Pangan terdapat kekhawatiran dan kritik mengenai masalah tata kelola, potensi pemborosan anggaran, dan insiden keamanan pangan, seperti kasus keracunan massal yang terjadi di beberapa daerah,” paparnya.

Hal ini dikatakan Natalie Marbun mendorong permintaan untuk pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi yang lebih baik antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah daerah. Apalagi program MBG ini secara umum disambut baik dan membuat masyarakat puas, terutama penerima manfaat di lapangan.

“Secara keseluruhan, sikap saya mencerminkan dukungan terhadap esensi program, namun dengan penekanan kuat pada perbaikan implementasi dan pengawasan untuk memastikan program berjalan efektif, efisien, dan aman.” tandasnya.

(Marbun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Nataru, Lapas Jember: Perkuat Pengaman, Razia Kamar Hunian

10 Desember 2025 - 01:57 WIB

Pemdes Ngepoh Gelar BimTek Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Desa

10 Desember 2025 - 01:23 WIB

Siaga Nataru 2025/2026: Kakorlantas Polri Bagi Pengamanan Jadi Empat Klaster Utama Sekaligus Skenario Antisipasi Cuaca Ekstrem

9 Desember 2025 - 20:58 WIB

Kapolres Jauhari Datangi SMK Yuppentek 1, Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Gangster Remaja

9 Desember 2025 - 12:19 WIB

Pihak Bandara Sukarno Hatta Bersama Pol PP Kab.Tangerang Gelar Edukasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan

9 Desember 2025 - 10:16 WIB

Trending di Uncategorized