Menu

Mode Gelap
Jelang Nataru, Lapas Jember: Perkuat Pengaman, Razia Kamar Hunian Pemdes Ngepoh Gelar BimTek Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Desa Siaga Nataru 2025/2026: Kakorlantas Polri Bagi Pengamanan Jadi Empat Klaster Utama Sekaligus Skenario Antisipasi Cuaca Ekstrem  “Ekoteologi ; Mengamalkan Iman, Melestarikan Lingkungan” Kapolres Jauhari Datangi SMK Yuppentek 1, Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Gangster Remaja Pihak Bandara Sukarno Hatta Bersama Pol PP Kab.Tangerang Gelar Edukasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan

Uncategorized

LESIM Bantah Isu Skandal Lahan Puspemkab Tangerang: Berita Itu Tidak Benar

badge-check


					LESIM Bantah Isu Skandal Lahan Puspemkab Tangerang: Berita Itu Tidak Benar Perbesar

 

 

TANGERANG ,Liputannusantara.id— Lembaga Studi Ilmu Hukum Indonesia Bersatu (LESIM) membantah keras rilisan berita yang memuat tuduhan adanya kejanggalan dalam pembayaran lahan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang.

Ketua LESIM, Mursalin, menegaskan bahwa pemberitaan yang beredar usai aksi demonstrasi di Kantor BPK Perwakilan Banten, Kamis (6/11/2025), tidak benar dan menyesatkan. Ia menyebut isi rilisan berita tersebut tidak sesuai dengan fakta hukum dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

“LESIM dengan tegas menyatakan bahwa rilisan berita yang menuding adanya skandal atau kelebihan bayar lahan Puspemkab Tangerang adalah tidak benar. Semua proses sudah berjalan sesuai aturan dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Mursalin di Tangerang.

Menurutnya, hasil audit BPK tidak menyatakan adanya pelanggaran hukum, melainkan memberikan rekomendasi administratif yang telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. “Tidak ada unsur kerugian keuangan negara sebagaimana disampaikan dalam rilisan berita itu. Tuduhan tersebut tidak berdasar,” tegasnya.

Mursalin juga menyayangkan sikap pihak-pihak yang memanfaatkan hasil audit untuk membangun opini publik yang menyesatkan. “Hasil audit bukan vonis hukum. Tidak boleh digunakan untuk menggiring opini atau menekan lembaga pemerintah,” katanya kepada ifakta.co Kamis 6 November 2025

LESIM mengimbau seluruh media agar mengedepankan prinsip keberimbangan dan klarifikasi sebelum menyiarkan informasi yang bersifat sensitif. “Kami menghormati kebebasan pers, tetapi setiap berita harus berdasar fakta dan konfirmasi. Jangan menciptakan kebingungan publik,” tutup Mursalin.

(Neni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Nataru, Lapas Jember: Perkuat Pengaman, Razia Kamar Hunian

10 Desember 2025 - 01:57 WIB

Pemdes Ngepoh Gelar BimTek Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Desa

10 Desember 2025 - 01:23 WIB

Siaga Nataru 2025/2026: Kakorlantas Polri Bagi Pengamanan Jadi Empat Klaster Utama Sekaligus Skenario Antisipasi Cuaca Ekstrem

9 Desember 2025 - 20:58 WIB

Kapolres Jauhari Datangi SMK Yuppentek 1, Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Gangster Remaja

9 Desember 2025 - 12:19 WIB

Pihak Bandara Sukarno Hatta Bersama Pol PP Kab.Tangerang Gelar Edukasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan

9 Desember 2025 - 10:16 WIB

Trending di Uncategorized