Menu

Mode Gelap
Rapat Konsolidasi Pengurus Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Banten: Tegaskan Komitmen dan Perkuat Soliditas Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Tangerang Gelar Mapenta Ke-V, Dorong Regenerasi dan Aksi Nyata Kaum Muda Satbinmas Polresta Bandara Soetta Imbau Karyawan Ciptakan Kamtibmas Kondusif Persekutuan Gereja Dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Berbelasungkawa Sedalam -Dalamnya atas Meninggalnya Almarhum Affanb Kurniawan Melalui Pondok Pesantren, Lapas Jember Cetak Santri Teladan Laksanakan Trolling, Kalapas Jember Pastikan Kondisi Aman dan Pembinaan Berjalan Optimal

Uncategorized

Lapas Kelas IIA Banyuwangi Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Yayasan GENNESA untuk Rehabilitasi Sosial Warga Binaan

badge-check


					Lapas Kelas IIA Banyuwangi Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Yayasan GENNESA untuk Rehabilitasi Sosial Warga Binaan Perbesar

 

Banyuwangi,Liputannusantara.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Yayasan Gendhog Nemu Sariro (GENNESA) Banyuwangi dalam rangka pelaksanaan program rehabilitasi sosial bagi warga binaan, khususnya yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika Selasa (08/07) pagi.

Perjanjian yang dilaksanakan di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Banyuwangi ini menjadi langkah strategis Lapas Banyuwangi dalam membina dan memperbaiki perilaku warga binaan selama menjalani masa hukuman.

Melalui pendekatan rehabilitatif dan edukatif, warga binaan diharapkan dapat mengubah pola pikir, meninggalkan perilaku negatif, dan membangun kembali jati diri mereka.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen lembaga dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan berbasis kemanusiaan.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan pembinaan yang bermakna agar siap berubah dan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Program rehabilitasi sosial ini mencakup kegiatan konseling individu dan kelompok, pembinaan mental-spiritual, serta pelatihan keterampilan hidup (life skills) yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan warga binaan menjalani kehidupan di luar tembok lapas setelah bebas nantinya.

Sementara itu, Ketua Yayasan GENNESA Tutik Handayani menyatakan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.

“Kami percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Kami hadir untuk mendampingi proses perubahan itu agar benar-benar bisa dirasakan oleh warga binaan dan juga masyarakat luas saat mereka kembali nanti,” tegasnya.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga keluar dengan kesiapan mental, spiritual, dan keterampilan sosial yang lebih kuat, siap menyongsong kehidupan baru yang positif dan produktif.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Konsolidasi Pengurus Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Banten: Tegaskan Komitmen dan Perkuat Soliditas

31 Agustus 2025 - 15:57 WIB

Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Tangerang Gelar Mapenta Ke-V, Dorong Regenerasi dan Aksi Nyata Kaum Muda

31 Agustus 2025 - 14:29 WIB

Satbinmas Polresta Bandara Soetta Imbau Karyawan Ciptakan Kamtibmas Kondusif

31 Agustus 2025 - 07:20 WIB

Persekutuan Gereja Dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Berbelasungkawa Sedalam -Dalamnya atas Meninggalnya Almarhum Affanb Kurniawan

31 Agustus 2025 - 07:13 WIB

Melalui Pondok Pesantren, Lapas Jember Cetak Santri Teladan

31 Agustus 2025 - 06:20 WIB

Trending di Uncategorized