Home / Tangerang

Jumat, 29 Desember 2023 - 13:06 WIB

Ketua FRN DPW Banten Minta Pemerintah Kabupaten Tangerang Tutup Galian C Tak Berizin

TANGERANG,Liputannusantara.id – Maraknya Galian C di Kabupaten Tangerang salah satunya di Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, dan di Kecamatan Rajeg sepertinya kebal hukum, pasalnya hingga saat ini masih bebas beroperasi.

Keberadaan Galian C ini banyak berdampak buruk bagi lingkungan dan infrastruktur jalan, beban tonase yang berat membuat jalan cepat rusak.

Hal ini tentu tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang No.13 Tahun 2011 dan Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Selain itu Aktivitas galian C tersebut diduga juga melanggar Perda Kabupaten Tangerang Nomor 20 tahun 2004 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Terpisah Habibi Ketua DPW FRN Banten mendesak Pemkab Tangerang untuk segera menutup semua aktivitas galian C di wilayah Kabupaten Tangerang, baik itu Satpol PP, Dishub, harus segera melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku usaha galian C, pelaku usaha segera reklamasi lahan-lahan bekas galian C.

Baca Juga  Kalapas Kelas 1Tangerang Fikri Jaya Soebing memimpin apel Siaga pengamanan Natal dan Tahun Baru 2024.

“Kewajiban reklamasi lahan bekas galian pun tidak pernah dilakukan oleh para pelaku usaha, sehingga meninggalkan kubangan-kubangan besar jika ini dibiarkan akan membahayakan dan merusak lingkungan, saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta meminta Dishub Kab. Tangerang untuk menegakkan Perbup no 12 tahun 2022, dan harus tegas untuk menertibkan Dump Truk yang beroperasi di siang hari, dan meminta Satpol PP untuk segera menutup aktivitas Galian C yang tak berijin,” kata Habibi, Kamis (28/12/23).

Baca Juga  Kotroveri Perizinan; Badan Usaha Pertokoan Sudah 48 Tahun Berjalan di Jalan Otista Diduga Belum Punya Izin

Sementara itu PJ. Bupati Andi Ony ketika di hubungi via pesan whatsapp oleh media Portalinvestigasi.Co mengatakan “Kemaren sudah saya sampaikan ke Satpol PP nanti coba saya sampaikan lagi,” Jawabnya singkat.

Pelaku dapat dijerat Pasal 158 dan/atau Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020.
“Juga tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Para tersangka pun terancam hukuman 10 tahun penjara,” ucap Habibi.

“Terkait galian C ini FRN DPW Banten akan terus memantau, dan kita akan monitor terus dengan PJ. Bupati, jika kedepan Galian C ini masih tetap beroperasi kita akan pertanyakan Kinerja PJ Bupati Tangerang ini,” pungkas Habibi. (**)

Share :

Baca Juga

Tangerang

Pastikan Aman, Polresta Tangerang Gelar Apel Pam Jalur Kunjungan Presiden RI*

Tangerang

Kontroversi Renovasi GOR Sitanala: Papan Proyek Tak Terpasang Sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik [KIP]

Tangerang

SMK Negeri 3 Tangsel Rayakan Dies Natalis Yang Ke-14 Tahun

Tangerang

Pastikan Aman, Wakapolresta Tangerang Cek Kantor dan Gudang Logistik KPU

Tangerang

Jelang Natal dan Tahun Baru 2024, Polres Metro Tangerang Kota Gelar Rakor Lintas Sektoral Libatkan Seluruh Stakeholder*

Tangerang

PUNGUAN NABABAN PARHOLONG RESMI BERDIRI DI TANGERANG

Tangerang

Cabuli 3 Anak Dibawah Umur, Lansia Warga Cipadu Tangerang Ditangkap Polisi*

Tangerang

Pilar Beri Dukungan dan Motivasi Saat Lepas Peserta Olimpiade Matematika Tingkat Asia

Contact Us