Home / Metropolitan

Jumat, 21 Juni 2024 - 11:35 WIB

Kegiatan akhir tahun Pembelajaran 2023/2024 SD Kanisius Mlese Klaten berupa Gelar Karya Njenggirat Bergembira, Kamis 20 Juni 2024

Lukas Triyatna Kepala SD Kanisius Mlete Klaten sedang memberi pencerahan kepada peserta Gelar Karya Njenggirat Bergembira, Kamis 20 Juni 2024.

Jakarta, Juni , Liputan Nusantara (LN),Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan  Pendidikan innovative, memberi kebebasan  kepada peserta didik, memilih dan mengembangkan  minat dan bakat mereka sendiri.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, . tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 19  Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Istilah kurikulum berasal dari bahasa Latin curir yang artinya palri dan curere yang berarti tempat berpacu. Sehingga kurikulum diartikan sebagai trek dan lajur yang diikuti untuk mencapai tujuan.

gerakan tangan menyembah , yang merupakan lambang pujian dan penyembahan kepada Tuhan.

Di Indonesia, kurikulum pendidikan mengalami beberapa kali perubahan. Mulai dari kurikulum 1947, kurikulum 1994, kurikulum 2006, kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka yang digunakan saat ini.

Tujuan kurikulum  menurut Undang-udang tersebut ialah sebagai alat pendidikan untuk menghasilkan siswa yang berintegrasi.  Kurikulum memutuskan pendidikan yang ia inginkan di jenjang selanjutnya. Tujuan kurikulum juga untuk memeratakan pendidikan juga membuat siswa mengerti sistem pendidikan yang diterapkan, sehingga siswa dapat dalam negara. Membimbing serta mendidik siswa agar menjadi pribadi yang cerdas, berpengetahuan tinggi, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, dan siap masuk dalam kehidupan bermasyarakat.

Para orangtua murid hadir mengapresiasi gelaran karya kreatif siswa SD Mlese Klaten
(dok: FX.Juli Pramana)

Fungsi kurikulum diartikan sebagai kegunaan atau manfaat kurikulum bagi pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas pendidikan. Dilansir dari Universitas Pendidikan Indonesia, berikut fungsi kurikulum dalam dunia pendidikan, yaitu:

Untuk siswa :

Fungsi kurikulum untuk siswa adalah sebagian acuan belajar. Dengan adanya kurikulum, siswa mengetahui materi apa saja yang harus dipelajari dan juga dipahami. Sehingga siswa dapat mempersiapkan ujian dengan lebih baik. Keberadaan kurikulum bagi siswa juga menyetarakan atau membentuj standar pendidikan di Indonesia. Dengan adanya kurikulum, semua daerah di Indonesia memiliki standar pelajaran yang sama. Hal tersebut sangat penting bagi pemerataan pendidikan.

Baca Juga  Mayday 2024 di Kota Batam Berjalan Aman dan Kondusif, Kapolda Kepri Didampingi Kapolresta Barelang Gelar Silaturahmi dan Syukuran di Temenggung Abdul Jamal Kota Batam

Untuk guru :Fungsi kurikulum untuk guru adalah sebagai pedoman pengajaran pada siswa. Kurikulum memberikan patokan yang jelas tentang proses pengajaran juga materi yang harus diberikan pada anak didik.

Untuk kepala sekolah Fungsi kurikulum untuk kepala sekolah sebagai pemimpin penyelenggaraan pendidikan di sekolah adalah sebagai pedoman pengelolaan sistem pendidikan. Kurikulum juga berfungsi sebagai patokan pengawasan kepala sekolah juga indikator keberhasilan pembelajaran.

Untuk masyarakat atau orang tua :Fungsi kurikulum bagi masyarakat terutama orang tua siswa adalah sebagai pedoman dalam pengawasan siswa. Pemahaman orang tua terhadap kurikulum, dapat menentukan pola didik dan tercapainya keberhasilan kurikulum pendidikan sekolah pada seorang anak.

 

Acara tutup tahun ajaran 2023/2024,SD Kanisius Mlese Klaten adakan karya kreatif para siswanya. (Dok : FX.Juli Pramana)

Itu sebabnya SD Kanisius Mlese Klaten yang dipimpin oleh Lukas Triyanta ( Kepala Sekolah) mengimplementasikan Kurikulum Merdeka  menggelar  tari ,hasil kerajinan  tangan ,Bazar, serta hasil kewirausahaan.  diacara  tutup tahun ajaran 2023/2024  pada hari kamis 20 Jui 2024. Para orangtua ,para siswa dan masyarakat sekitar turut mengapresiasi  serta memeriahkan  acara tersebut .

Bakat,minat dan Talenta disyukuri sekaligus persembahan hidup anak-anak yang mengorbankan  Api kecil Tuhan  ikut berkarya dalam hidup kita. Tarian ditampilkan  anak.  Usai penamplan tarian, dilanjutkan  gerakan tangan menyembah , yang merupakan lambang pujian  dan penyembahan kepada Tuhan.

Menyambung  Kurikulu belajar menuruit UU Nomor 20 Tahun 2003, yang menjadi Komponen Kurikulum itu adalah terdiri dari beberapa bagian. Dikutip dari buku Kepemimpinan dalam Pendidikan (1982) oleh Soemanto dan kawan-kawan, berikut empat komponen kurikulu, yaitu:  Tujuan (obyective)

Baca Juga  Ini Pandangan Romo Benny Susetyo Staff Khusus BPIB Dan Pdm Rosiana Dalam Diskusi Stop Judi Online Dan Pinjol Dengan Pewarna Indonesia

Komponen pertama dalam kurikulum adalah tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan pendidikan yang tertulis dalam konstitusi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 yaitu: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Materi (knowledges)

Materi kurikulum adalah bahan pengajaran yang terkandung dalam kurikulum. Penyusunan kurikulum sendiri tidak boleh asal melainkan harus memerhatikan jenjang pendidikan juga beberapa aspek. Seperti peningkatan agama, akhlak mulia, potensi, kecerdasan, minat peserta didik, tuntutan dunia kerja, dinamika perkembangan global, persatuan nasional, nilai-nilai kebangsaan, serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Interaksi mengajar di sekolah (school learning experience)

Interaksi belajar dan mengajar di sekolah antara siswa juga guru menunjang keberhasilan kurikulum. Sistem pengajaran, penyampaian materi, keberadaan praktikum, bimbingan, serta penyuluhan dibutuhkan untuk membentu siswa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Penilaian (evaluation)

Komponen terakhir dari kurikulum adalah penilaian. Penilaian dibutuhkan sebagai gambaran ketercapaian tujuan juga keefektifan penerapan suatu kurikulum ke lingkungan pendidikan. Dengan adanya penilaian, kurikulum bisa dikembangkan untuk mendapat sistem pengajaran yang lebih baik.(Ring-o)

[09.15, 21/6/2024] Ringo Terbaru: DOKUMEN KURIKULUM MERDEKA BELJAR.

SD Kanisius Mlese Klaten: Karya Kreasi Siswa Tutup Tahun Ajaran 2023/2024

Share :

Baca Juga

Metropolitan

Hujan Mengapa Engkau Turun Sampai Membasahi Ku ?

Metropolitan

Jelang HUT Lemhanas Dan Kebangkitan Nasional Serta hari Lahirnya Pancasila, Pengurus struktursal

Metropolitan

Pelayanan Mudik Lebaran 2024 Polresta Bandara Soetta Diapresiasi Kompolnas*

Metropolitan

Mobil Mafia Solar Bersubsidi Gentayangan di SPBU 33.138.01 Area Ciracas Jakarta Timur

Banten

Satlantas Polresta Bandara Soetta Rekayasa Lalu Lintas di East Flyover

Metropolitan

Urus surat pindah di persulit dua hari bolak balik ke kelurahan Tanah sereal masih belum hasil Disdukcapil aneh aneh mintanya

Metropolitan

Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Bhakti untuk Negeri Indonesia

Metropolitan

Kapolri Naik Heli Bareng Menko Polhukam Tinjau Kesiapan Arus Mudik di Merak

Contact Us