Home / Metropolitan

Kamis, 27 Juni 2024 - 05:20 WIB

Hujan Mengapa Engkau Turun Sampai Membasahi Ku ?

Harjoko Trisnadi salah seorang pembna KRIS, yang sedang ber Ulangtahun

Jakarta,Juni, Liputan Nusantara (LN), Adharta Ongkosaputra, menyapa Hujan melalui WAG bela NKRI, “Hai Hujan Lihatlah disana Anak anak Burung pipit Sedang mandi Bermain ria Loncat sana Loncat sini “ Mengapa engkau turun Sampai membasahi ku ? demikian sapaan Adharta. Sapaan Adharta tentang hujan merupakan  ucapan syukur kepada Tuhan karena menyiram hati manusia dengan firman-NYA. Sekaligus ucapan syukur atas Ulang Tahun sahabatnya Harjoko Trisnadi yang juga salah seorang pembna KRIS.

Berbicara tentang Hujan, Hujan adalah salah satu bentuk presipitasi atau pengembunan uap  air di atmosfer menjadi butiran  air yang cukup berat untuk jatuh ke permukaan bumi. Hujan merupakan sumber utama air tawar di sebagian besar daerah di dunia, yang menyediakan kondisi yang cocok untuk keanekaragaman hayati, serta air untuk irigasi, pembangkit listrik, dan kebutuhan manusia lainnya.

Saat hujan turun, dianjurkan untuk memanjatkan doa turun hujan sebagai bentuk syukur dan memohon perlindungan dari Allah.

Apakah arti Hujan menurut Yeheskiel  34: 26

Nabi Yehezkiel menyebutkan tentang turunnya sebuah hujan yang lebih luar biasa, yaitu hujan yang membawa berkat (Yeh. 34:26). Yehezkiel berbicara tentang suatu masa ketika Allah akan mengirimkan berkat melimpah bagaikan hujan untuk menyegarkan umat-Nya. Bangsa Israel akan aman terlindung dari bangsa-bangsa musuh.

Hujan Yang Luar Biasa Melimpah

Terungkap! 5 Fakta Menarik Mengenai Hujan dalam Alkitab yang Perlu Kita  Ketahui :

  1. Hujan yang Pertama Kali Disebutkan Menjadi Tanda Hukuman
Baca Juga  Satlantas Polresta Bandara Soetta Rekayasa Lalu Lintas di East Flyover

Hujan pertama kali disebutkan dalam Kitab Kejadian, di mana Allah menurunkan hujan pada saat terjadinya air bah (Kejadian 7:4). Hujan ini adalah bagian dari tanda-tanda bahwa Allah sedang memberikan hukuman pada umat manusia yang berdosa. Hujan juga menjadi tanda bagi Nuh bahwa hukuman Allah telah berakhir dan bumi bisa kembali dihuni.

  1. Hujan Menjadi Tanda Perjanjian Allah dengan Nuh: Setelah air bah, Allah membuat perjanjian dengan Nuh dan meletakkan busur pelangi di awan sebagai tanda bahwa Ia tidak akan membanjiri bumi lagi dengan air (Kejadian 9:13-15). Hujan menjadi bagian dari tanda perjanjian Allah dengan Nuh dan seluruh keturunannya bahwa Ia tidak akan lagi memberikan hukuman dengan banjir.
  2. Hujan Sebagai Tanda Kebaikan dan Kesetiaan Allah: Dalam Kitab Mazmur, hujan sering kali dihubungkan dengan berkat dan kebaikan Allah. Mazmur 65:9-10 mengatakan bahwa Allah mengunjungi bumi dengan hujan dan membuatnya subur. Dalam Kitab Yesaya, hujan dianggap sebagai tanda kebaikan Allah dan kesetiaan-Nya terhadap umat-Nya. Yesaya 45:8 mengatakan bahwa Allah menurunkan hujan dari langit untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan memberi makan pada umat-Nya.
  3. Hujan Sebagai Hukuman Allah : Seperti yang disebutkan pada poin pertama, hujan juga bisa menjadi tanda hukuman Allah. Di Kitab Amos, hujan dianggap sebagai hukuman Allah terhadap dosa-dosa umat-Nya. Amos 4:7 mengatakan bahwa Allah menahan hujan dari mereka sebagai hukuman karena dosa-dosa mereka. Hujan bisa menjadi tanda bahwa Allah sedang memberikan hukuman pada umat manusia yang berdosa.
  4. Hujan Sebagai Salah Satu Tanda Akhir Zaman
Baca Juga  Ensiklik Laudato Si’ untuk Semua Orang

Baca: Yehezkiel 34:25-31

Adharta Ongkosaputra Ketua Umum KRIS(kiri) menjelaskan mengenai Program Stunting

Dalam beberapa nubuat Alkitab, hujan juga dianggap sebagai salah satu tanda akhir zaman. Dalam Kitab Wahyu, terdapat deskripsi tentang hujan es besar yang turun dari langit sebagai bagian dari bencana akhir zaman. Hal ini dianggap sebagai tanda bahwa Allah sedang memberikan hukuman pada umat manusia yang tidak taat.

Hujan bisa menjadi tanda kebaikan dan kesetiaan Allah, tetapi juga bisa menjadi tanda hukuman dan bencana akhir zaman. Oleh karena itu, kita perlu menghargai dan memperhatikan fenomena alam yang satu ini, serta mengambil pelajaran dari cerita dan peristiwa dalam Alkitab yang melibatkan hujan.

Jadi arti dan makna hujan yang dikemukakan oleh Adharta dalam kontek Ulang Tahun sahabatnya Harjoko Trisnadi yang juga salah seorang pembina KRIS itu,merupakan hujan berkat sebagaiman yang dilukiskan oleh  Nabi Yehezkiel yang menyebutkan tentang turunnya sebuah hujan yang lebih luar biasa, yaitu hujan yang membawa berkat (Yeh. 34:26 )

Tuhan memperhatikan Kebutuhan Semua makhluk nya ujar Adharta, Sekecil apapun dia Demi suka cita Kebahagiaan,  Apalagi Hari ini Sahabat saya Harjoko Trisnadi Berulang tahun.

Tuhan pasti Memberikan Berkat Suka Cita, Dalam Kasih Karunia ,Dalam Cinta.  Selamat Ulang Tahun Semoga Berkat berlimpah, Bagaikan Hujan Yang aku sapa tutup Adharta.(Ring-o)

Share :

Baca Juga

Metropolitan

To Kupang With Love: serie 1 – 4

Metropolitan

Pimpinan Ponpes Tahfidz Daarul Arifin ” Ustadz Songket ” Hadiri Upacara Tradisi Penerimaan Paja Abituren Akademi Militer (Akmil) Angkatan Darat Tahun 2024

Metropolitan

Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Bhakti untuk Negeri Indonesia

Metropolitan

Pelayanan Mudik Lebaran 2024 Polresta Bandara Soetta Diapresiasi Kompolnas*

Metropolitan

Mengenal Idul Fitri 1 syahwal H 1445

Metropolitan

Penyakit Demam berdarah (DBD) sedang melanda Kota Jakarta

Metropolitan

Kapolri Naik Heli Bareng Menko Polhukam Tinjau Kesiapan Arus Mudik di Merak

Metropolitan

Wasiat  Upacara Pemakaman : Penguburan atau Kremasi  Kah ?

Contact Us