Home / Metropolitan

Rabu, 10 Januari 2024 - 15:02 WIB

Hari Gerakan Sejuta Pohon 10 Januari

Jakarta, Januari, Liputan Nusatara (LN),Bagaimana asal-usul  Hari Gerakan sejuta Pohon ini? Menurut situs Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, 10 Januari diperingati sebagai Hari Gerakan Menanam Sejuta Pohon Sedunia. Hari Gerakan Sejuta Pohon pada dasarnya dibuat sebagai upaya pelestarian lingkungan dan penyelamatan ekosistem hutan.

Awal mula adanya gerakan menanam sejuta pohon adalah sebagai bentuk respons atas penebangan liar di hutan. Selain itu, gerakan ini mencoba menunjukkan urgensi pohon sebagai aspek yang sentral bagi kehidupan di bumi.

Ilustrasi (Foto: Instagram @Kementerianlhk)

Dilansir situs Kabupaten Asahan, Gerakan SeJuta Pohon pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 Januari 1993 di Jakarta. Presiden Soeharto melalui pidatonya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut melakukan Gerakan Satu Juta Pohon yaitu menanam pohon sampai melampaui satu juta di setiap provinsi. Hingga kini, setiap tanggal 10 Januari diperingati sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon( detik.news).

Gerakan menanam pohon pada Hari Gerakan Sejuta Pohon diharapkan dapat mengatasi permasalahan pemanasan global. Hal ini dikarenakan sinar atau cahaya matahari akan banyak diserap oleh pohon melalui sistem fotosintesis.

Sebagaimana yang pernah kabiro Liputan Nusantara DKI Jakarta,beritakan di media ini  pada edisi 9 Oktobe 2023 dibawqh judul “KRISIS IKLIM GLOBAL”bahwa, iklim Global  adalah distribusi panas dan curah hujan  jangka Panjang dipermukaan bumi. Krisis iklim global merupakan ketidakadilan bagi generasi muda. Saya jelaskan juga dalam edisi tersebut bahwa, Penyebab Krisis iklim global ini, adalah manusia “antropis” alasannya, gas rumah kaca  diatmosfir,yang menyebabkan pemanasan global, stabil hingga abad sembilan belas, dengan volume dibawah 300 bagian perjuta. . Namun pada abad pertengahan ,seiring dengan perkembangan industri, emisi mulai meningkat secara signifikan seperti yang dikonfirmasi  Observatorium  Mauna Loa,yang telah melakukan pengukuran  harian Karbon dioksida sejak tahun 1958,saat saya kata Paus Fransiskus  menulis  Laudato Si’, emisi tersebut  mencapai angka tertinggi dalam sejarah 400 bagian perjuta Pada bulan Juni 2023.

Baca Juga  Kapolresta Barelang Kunjungi dan Berikan Semangat Kepada Petugas KPPS yang Sampai Larut Malam Masih Melakukan Perhitungan Hasil Pencoblosan di TPS

“Sekecil apapun kerusakan ekologis yang kita timbulkan, kita dipanggil untuk mengakui kontribusi kita kecil atau besar, terhadap luka-luka dan kerusakan alam ciptaan” (LS-8)

Mari kita bergerak bersama seluruh guru dan peserta didik menanam 1 orang 1 pohon. Kita jaga & lestarikan keutuhan bumi rumah kita bersama.

Adapun mafaat menanmitu adalah sebagai berikut:.

  1. Mengurangi Dampak Pemanasan Global: Pohon memiliki kemampuan menyerap emisi karbon yang merupakan penyebab pemanasan global.
  2. Sumber Oksigen : Pohon termasuk dalam penyumbang oksigen. Diketahui, oksigen dihirup makhluk hidup saat bernapas. Banyaknya pohon dapat menambah kesediaan oksigen di bumi.
  3. Menyimpan Air dalam Tanah : Pohon mempunyai kemampuan menyimpan air dalam tanah. Air yang disimpan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup lainnya.
  4. Menyerap Polusi Udara : Partikel polutan udara dan asap-asap hasil kendaraan
Baca Juga   “Membangun Martabat Kehidupan Merajut Institusi Pendidikan dan Gereja yang Inklusif pada Anak Berkebutuhan Khusus

Peringatannya”

  1. Memperindah Lingkungan : Pohon membantu memperindah lingkungan sekitar. Selain itu, pohon yang rindang juga membuat lingkungan menjadi lebih sejuk.
  2. Mencegah Longsor dan Banjir : Pohon juga membantu penghijauan untuk mencegah banjir serta mengurangi dampak dari hujan asam. Selain itu, pohon yang memiliki akar serabut dapat mencegah erosi yang menyebabkan tanah longsor.

 

Lalu, apa saja faktor yang menyebabkan perubahan iklim? Berdasarkan data yang

diterima Indonesia.

Ada beberapa faktor penyebab perubahan iklim, diantaranya: Efek gas rumah kaca, Pemanasan Global, Kerusakan lapisan ozon, Kerusakan fungsi hutan,Penggunaan Cloro Flour Carbon (CFC) yang tidak terkontrol dan Gas buang industri. Karena itu, mari jaga bumi dari perubahan iklim untuk mengurangi dampak pemanasan global. Selamat Hari Gerakan Sejuta Pohon 10 Januari ( Ring-o)

Share :

Baca Juga

Metropolitan

Turnamen Golf dalam rangka Hut Kill Covid -19 ketiga  Sekaligus pencarian dana untuk Panti Asuhan  Santo Yusup Sindang Laya  Cipanas,Jabar

Metropolitan

 “Menara Internet dari Bambu”, Diresmikan Duta Besar Inggris Di Tambolaka,Sumba Barat Daya, Kamis 1 Februari 2024 .

Metropolitan

Sosialisasi Popinsi Tapanuli (Protap)  oleh PPPT & Pemda Yang Diperpanjang Masa Tugasnya

Metropolitan

Pesparani Nasional III 2023 Direncanakan di DKI Jakarta.

Metropolitan

Sofjan Wanandi  Saya Nggak Perlu Diskusi Lagi  Menangkan Nomor Tiga Ganjar Mahfud

Metropolitan

Mengawali tahun 2024  PT Aditya Aryaprawira adakan Donor Darah

Metropolitan

Hari Disabilitas Internasional 2023 & Hari Ibu

Metropolitan

Sidang Konferensi Waligereja Indonesia 7-14 November tahun 202

Contact Us