Home / Metro

Selasa, 28 November 2023 - 22:59 WIB

BERDAMAI dengan SAMPAH ?

RB.Sutarno pensiun guru menjai guru sampah.

Jakarta, November , Liputan nusantara (LN), dengan sikap rendah hati, iklas, sabar, penuh kasih memampukan tumbuhnya komitment, kreativitas, serta inovasi diri untuk mengenali karakter setiap jenis sampah serta mendaur ulang, ” Berubah menjadi seperti yg dipikirkan dengan sentuhan kreativitas,”kata RB, Sutarno dalam WAG nya Minggu 26 november 2023.

Pak Tarno,panggilan akrabnya,  teman mantan Pensiun Guru SMP Paskalis sementara penulis pensiun dari SMA Santa Maria Della Strada sebelum pension,Tarno sudah menggeluti aktifitas Lingkungan hidup, sementara penulis pernah berkarya di Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta(4 tahun-red) dan akhirnya terjun menjadi jurnalis. Itu sebabnya, setiapkali ada kegiatan Tarno, selalu saya publikasikan keberbagai media, karena Tarno dalam aktifitasnya tiap hari,memberi edukasi kepada masyarakat dan sekolah-sekolah. Bahkan kami pernah bekerjasma  mengadakan presentasi  teerkait mengolah sampah di Dinas lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Kisah Guru Inspiratif ! Ribuan Manfaat Edukasi Mengolah Limbah ala Guru Sampah di Jakarta

Setelah pensiun dari profesi guru sekolah, RB Sutarno menjadi “guru sampah”. Ia rutin datang ke sekolah-sekolah di Jakarta untuk mengajarkan cara pengelolaan sampah rumah tangga. Dengan sampah, Ia juga menghijaukan lingkungan tempat tinggalnya di Sunter Jaya, Jakarta Utara. Kampungnya bahkan jadi salah satu kampung yang ikut melakukan adaptasi dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga  Pidato Ilmiah Sambutan Tahun Baru 2024 ( By, Adharta Ongkosaputra, Ceo KRIS)

Tradisi membuang sampah di kalangan masyarakat kita memang belum baik. Masyarakat masih sering membuang sampah seenaknya. Tidak hanya masyarakat strata menengah ke bawah saja yang berperilaku membuang sampah seenaknya, akan tetapi juga masyarakat kelas atas. Masih banyak dijumpai orang membuang sampah dari mobil ketika melaju di jalanan. Orang juga membuang sampah seenaknya di tempat-tempat umum.

ada tempat sampah, tetap saja mereka membuang sampah di mana-mana. Aturan  tentang perilaku membuang sampah pun sudah ada. Bahkan denda puluhan juta atau kurungan berbulan-bulan juga sudah dicangkan. Akan tetapi tetap saja masyarakat tidak mengindahkannya.  Seakan-akan hukuman itu tidak ada maknanya. Bahkan juga sering diselenggarakan kegiatan pro yustisia untuk mengatasi perilaku pembuangan sampah ini.  Namun demikian, perilaku pembuang sampah juga belum berubah secara signifikan.Untungnya masih ada yang peduli akan sampah seperti aktifis Lingkungan Hidup RB Sutarno dan relawan-relawannya, yang ikut ambil bagian untuk membersihkan sampah serta mengolahnya menjadi bernilai ekonomis. Sebagaimana yang di publikasikan di media ini( edisi  18- November 2023-red).

Bergerak dan Menggerakkan

Disisi lain Menginspirasi kepeduliannya pada lingkungan lewat tuntas kelola sampah tuntas di sumber menunjang penghijauan pekarangan untuk kemandirian pangan keluarga. Lewat edukasi jalur pendidikan, yg diselenggarakan oleh Sekolah Seraphin Bakti Utama ,Cengkareng ,Jakarta Barat, dimana Tarno  menjadi instrukturnya. Cara serta metode pengelolaan sampah secara tuntas, urban gardening minim lahan, serta kelola sampah berkelanjutan.

Baca Juga  Bangunan Gudang Tidak Sesuai Izin Dan peruntukan Marak Di Jakarta Barat.

Hadir para orang tua siswa, sebagai aksi curikulum berkelanjutan membangun karakter peduli sejak usia dini dengan teladan dari keluarga.Apa yg ditanamkan di sekolah, berkelanjutan dengan aksi peduli lingkungan bersama keluarga. Semoga sekaligus sebagai pancingan terwujudnya minat membangun Sekolah Adiwiyata ujar RB.Sutarno.

Tarno selanjutnya mengatakan bahwa sampah begitu sakti, seakan sulit untuk ditaklukkan lanjutnya lagi. Dibuang,dicari dan dipinang orang lain, saat dibakar, malah masuk menyatu dengan tubuh, ketika dipendam, dikubur, tidak busuk bertahun- tahun justru bikin tanah tak subur

Waktu ditumpuk di pinggir sungai, malah turun menyatu mengalir ikuti arus. ketika dibuat undang- undamg lanjut dia tak takut , karena yg didenda dihukum ternyata pemiliknya ( sampah tetap aman). ” Bala Bantuan Taklukkan ,” untuk membangun lingkungan bersih,sehat,indah,hijau, sejahtera.Dengan slogan : Perangi sampaha,Tolak sampah,Sikat sampah, Kelola sampah, Ubah sampah jadi berkah ( bernilai ekonomis-red)

Mampukah menaklukkan kesaktian Sampah ? tutup RB.Sutarno.(Ring-o)

Share :

Baca Juga

Metro

Pidato Ilmiah Sambutan Tahun Baru 2024 ( By, Adharta Ongkosaputra, Ceo KRIS)

Metro

Dimana Tanah Terjanji Itu Berada ?

Metro

Mencatut Nama Organisasi GWI?

Metro

Bangunan Gudang Tidak Sesuai Izin Dan peruntukan Marak Di Jakarta Barat.

Metro

BIBIT TURI,PEMELIHARAAN DAN MANFAATNYA

Metro

 “ANAKKON HI DO HAMORAON DI AHU”

Metro

Laudato Si’ ikut Berperan dalam Pesparani Nasionl ke Tiga

Metro

Pesan yang Disampaikan PSE KWI Kepada  Para Capres dan Cawapres Terkait Pangan Nusantara

Contact Us