Romo Yohanes Wartaya SJ (pakai batik ) sia- siap memimpin misa. Yang akan dibuka lebih dahulu oleh ketua Lingkungan Joan Didabig Theona sebelah kiri romo ( berdiri )
Jakarta, November, Liputan Nusantara,Gereja Katolik Kampung sawah Paroki Santo Servatius terdiri 15 Wilayah terdapat 72 Lingkungan, yang dilayani tiga orang pastor yang dikepalai, oleh romo Yohanes Wartaya,SJ. Kunjungan tersebut didampingi oleh dua orang anggota Dewan Paroki Harian yaitu, Ronal Kurniawan dan Yosep Dwi Sulistio pada hari Rabu , 19 November, kunjungan pastoral ke lingkungan Theresia De Portugal (TDP) 
Kunjungan ini diawali dengan nyanyian pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan injil dan homil oleh romo Yohanes Wartaya SJ, yang diambil dari perikop, Lukas 19 :11-28. Tentang Perumpaman uang mina. Sekilas ringkasannya : Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka,katanya, pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali (13). Akan tetapi orang sebangasanya membenci dia,lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan, kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami (14). Dan terjadilah ,ketika ia kembali ,setelah dinobatkan menjadi raja ia menyuruh memanggil hamba-hambanya yang telah diberinya uang itu,untuk mengetahui berapa hasil dagangnya masing-masing.(15).Orang yang pertama datang dan berkata, tuan, mina tuan yang satu yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina (16) Katanya kepada orang itu : baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik engkau telah setia dalam kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota(17).Datanglah yang kedua dan berkata : tuan yang satu itu tuan telah menghasilkan lima mina (18)Katanya kepada orang itu : dan engkau kuasailah lima kota(19).Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: tuan inilah mina tuan dan aku menyimpanya didalam saputangan (20). Sebab aku takut akan tuan karena tuan adalah manusia yang keras , tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tuan tidak tabur (21).


Usai ramah tamah, umat bersama romo Yohanes Wartaya,SJ, berfose bersama untuk dokumentasi.

Acara ramah -tamah
dari peikop Lukas 19 : 11-28 ini bermakna hidup bagi orang lain hidup tersebut harus berbuah. Kita harus mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan secara gratis kepada kita,, Sekaligus meberikan warisan iman kepada anak kita sendiri yang taat pada Hukum taurat.
Sebelumnya ada sesi perkenalan Dewan Paroki Harian(DPH), pak Ronal Kurniawan sekaligus menjelaskan, terkait aturan, kedudukan umat, menurut dia, Idealnya dimana kita berdomisli disitulah KK kita terdaftar pak, ujarnya kepada penulis artikel ini.
Namun lanjut nya pada kenyataannya di lingkungan lainpun banyak ditemukan kasus umat yang berdomisili di lingkungan tersebut namun secara KTP atau KK terdaftar ditempat lain tegasnya lagi.
Usai misa, dilajutkan dengan ramah tamah sambil bersendagura sekaligus Tanya jawab. Salah seorang umat (Ringo) menanyakan Bagaimana respon romo terkait dengan adanya program “ sekolah Lansia”?. Karena di dalam pertemuan tiga bulanan Komunitas lansia sedekenat Bekasi, muncul program trsebut yang dipaparkan Puji Wahwuningtiyas ketua komunitas “ Kasi Untk Negeri “(UKN) . Namun belum mendapat jawaban yang sifnifikan. Mungkin akan di bahas dulu di Dewan Pleno Harian. (Ring-o)














